Vertical.Rafting.Magelang – Magelang memang punya cara tersendiri untuk merayu siapa pun yang kedinginan di malam hari. Kota kecil yang berada di antara pegunungan ini dikenal memiliki udara yang sejuk, bahkan bisa terasa cukup dingin setelah matahari terbenam. Dalam suasana seperti itu, tidak ada yang lebih nikmat selain menikmati minuman hangat tradisional seperti wedang ronde atau bajigur.
Aroma jahe yang kuat, kuah manis yang hangat, serta isian yang kenyal membuat minuman ini menjadi teman terbaik saat menikmati malam di kota yang dekat dengan Gunung Merapi dan Gunung Sumbing ini.
Bagi Anda yang sedang berkunjung atau ingin menjelajah kuliner malam di Magelang, berikut lima tempat legendaris yang terkenal dengan wedang ronde dan bajigur hangatnya.
1. Wedang Ronde Basmalah


Wedang Ronde Basmalah dikenal sebagai salah satu primadona kuliner malam di Magelang. Tempat ini sering menjadi tujuan utama warga lokal maupun wisatawan yang ingin mencari minuman hangat setelah beraktivitas seharian.
Kuah jahenya terkenal “nendang”, memberikan sensasi hangat yang langsung terasa di tubuh, namun tetap lembut di tenggorokan. Racikan jahenya juga tidak terlalu pedas sehingga tetap nyaman dinikmati oleh semua kalangan.
Isian dalam semangkuk wedang ronde di sini juga cukup melimpah, antara lain:
- Bola-bola ketan isi kacang tanah
- Kolang-kaling
- Potongan roti tawar
- Kacang tanah sangrai
Tekstur rondenya terkenal sangat kenyal karena dibuat dengan komposisi tepung ketan yang pas. Selain itu, wedang ini selalu disajikan dalam kondisi panas mengepul sehingga cocok dinikmati saat udara malam mulai terasa dingin.
Lokasi: Sekitar Jalan Ikhlas, Magelang Selatan.
2. Wedang Ronde Kartini

Sesuai namanya, Wedang Ronde Kartini berada di sekitar Jalan Kartini dan sudah cukup lama dikenal sebagai salah satu tempat ronde favorit warga Magelang.
Setiap malam, tempat ini hampir selalu ramai. Pengunjungnya beragam, mulai dari mahasiswa, pekerja, hingga wisatawan yang sedang menjelajahi kuliner malam.
Keunikan utama wedang ronde di sini adalah keseimbangan rasanya. Manisnya tidak berlebihan sehingga tetap terasa ringan dan tidak membuat enek. Selain itu, aroma jahe emprit yang digunakan memberikan karakter rasa yang lebih autentik dan tradisional.
Biasanya, penjual juga menyediakan berbagai camilan pendamping seperti:
- Gorengan
- Kacang rebus
- Roti bakar sederhana
Kombinasi camilan hangat dan wedang ronde membuat tempat ini menjadi pilihan sempurna untuk bersantai di malam hari.
Lokasi: Jalan Kartini, Kota Magelang.
3. Bajigur dan Ronde “Pak Min” – Kawasan Alun-alun
Jika Anda sedang berjalan-jalan di sekitar Alun‑alun Kota Magelang, mencari lapak Pak Min adalah salah satu hal yang tidak boleh dilewatkan.
Pak Min dikenal sebagai salah satu penjual minuman hangat senior yang tetap mempertahankan resep tradisionalnya. Banyak pelanggan setia yang sudah datang sejak bertahun-tahun lalu.
Menu yang paling populer di sini adalah bajigur. Minuman khas Sunda ini dibuat dari campuran santan, gula jawa, dan daun pandan yang menghasilkan aroma harum dan rasa yang gurih manis.
Ciri khas bajigur Pak Min adalah:
- Menggunakan gula jawa asli
- Warna cokelat pekat alami
- Tekstur minuman yang cukup kental
- Aroma pandan yang kuat
Menikmati bajigur hangat sambil melihat kerlap-kerlip lampu kota di alun-alun memberikan suasana malam Magelang yang sangat khas.
Lokasi: Sisi utara Alun-alun Kota Magelang.
4. Ronde Sekoteng Pak Tris

Di kawasan kuliner malam Jalan Pemuda atau yang sering disebut kawasan Pecinan Magelang, terdapat satu penjual ronde dan sekoteng yang cukup terkenal yaitu Pak Tris.
Yang membuat tempat ini menarik adalah perpaduan menu ronde dan sekoteng yang unik. Sekoteng sendiri merupakan minuman jahe hangat yang biasanya berisi kacang tanah, roti tawar, dan kadang juga kolang-kaling.
Di tempat Pak Tris, isiannya dikenal sangat lengkap, antara lain:
- Bola ronde kenyal
- Kacang tanah sangrai
- Potongan roti tawar
- Kolang-kaling
- Potongan jahe
Selain rasanya yang nikmat, porsinya juga cukup mengenyangkan. Banyak pelanggan yang menjadikannya sebagai camilan malam sebelum pulang ke rumah.
Pelayanan yang ramah khas warga Magelang juga menjadi alasan mengapa tempat ini selalu memiliki pelanggan setia.
Lokasi: Kawasan kuliner malam Jalan Pemuda (Pecinan).
5. Bajigur dan Wedang Kacang “Marem”
Meski dikenal dengan wedang kacangnya yang legendaris, tempat yang bernama “Marem” ini juga menyediakan bajigur dan wedang ronde yang tidak kalah lezat.
Wedang kacang di sini memiliki tekstur yang lembut dan rasa manis gurih yang khas. Sementara itu, bajigurnya terkenal sangat creamy karena menggunakan santan yang cukup kental.
Aroma pandan yang harum membuat minuman ini terasa sangat tradisional dan mengingatkan banyak orang pada cita rasa masa kecil.
Berbeda dengan beberapa penjual ronde lainnya yang menggunakan gerobak, tempat ini sudah memiliki lokasi permanen sehingga lebih nyaman untuk duduk santai bersama teman atau keluarga.
Banyak pengunjung yang datang bukan hanya untuk minum, tetapi juga untuk mengobrol dan menikmati suasana malam Magelang yang tenang.
Lokasi: Jalan Daha, dekat kawasan Pecinan Magelang.
Tips Menikmati Kuliner Malam di Magelang
Udara malam di Magelang sering kali turun cukup drastis, terutama saat musim kemarau atau ketika angin dingin berembus dari arah pegunungan.
Agar pengalaman kuliner malam Anda semakin nyaman, berikut beberapa tips sederhana:
- Gunakan jaket atau pakaian hangat
- Datang setelah pukul 19.00 agar suasana kuliner lebih hidup
- Siapkan uang tunai karena banyak penjual kaki lima belum menerima pembayaran digital
- Nikmati minuman selagi panas untuk sensasi hangat maksimal
Menjelajahi kuliner malam Magelang bukan hanya soal rasa, tetapi juga tentang suasana. Lampu-lampu kota, udara pegunungan yang segar, dan aroma jahe yang menguar dari mangkuk ronde akan menciptakan pengalaman yang sulit dilupakan.

















































































